Tampilkan postingan dengan label Aku Cuma Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aku Cuma Menulis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Maret 2013

Kabel dan Tali kedamaian (rahasia"lelah"ku)


Dalam hening damai malam 
seketika terbakar memecah kegelapan
semua ada menjadi cerita buntu
dan seperti tiada yang peduli aku

"Kadang memang terasa lelah saat harapan yang kau bangun perlahan runtuh diakibatkan sikap sendiri yang terlalu egois, bahagaia tidaklah kata yang tepat untuk mewakili perasaan yang sedang bergelayutan tersangkut  amarah, teriakan senandung jati diri mejelajahi diri ku sendiri, membuat luka dengan goresan titik kehilangan,bersembunyi di balik tirai kedamaian,aku mendengarkan lagu sambil memikirkan tangisan yang baru saja ku ciptakan sendiri dari setiap keluh jiwa mereka, ntah itu sepadan atau bagaimana,aku ada seungguh ya ketika menghilang"

Semula mencari damai, namun...
 risau sikap yang mengganggu,
rusak aku rusak, terpanah kebijakan yang dianggap benar
berenang menenggelami diri seperti pasrah
aku sudah membayangkan,dan Do'a telah di ucapkan


"Tak seperti bisa, geming kali ini tak begitu ku hiraukan,dibalik semak belukar halaman belakangku,rantai mata telah tersambuang dengan angin"


Sambil mebasuh piluh dan memikirkan sesuatu yang menyakiti ku
coba lihat diri jauh kedalam, dan jangan tepi hati ku saja kau geluti

Kamis, 21 Februari 2013

Cuma Gambaran dan Jika Ada Arti Mungkin Kisah Saja yang Tau

satu hari berlalu beranjak dari tanggal 20 Februari,ada diantara mereka menganggap tanggal itu bisa saja tak berati tak ada carita yang "WAH"
kini aku sedang tak menggunakan baju tapi tetap pake celana kok...
hari diluar masih hujan,dan waktu beranjak
kini hanya sebatas rinai kecil
aku jongkok di teras depan rumah,melihat beberapa batang kayu basah karna air yang jatuh
terurai saat menyentuh tanah bumi

beton-beton dan pijaran lampu masih ada
bukan memkasa aku menjadi pendatang ruas batang daun
mengelak dan menghisap dengan batang tubuh kulit
terkelupas sedikit di dera angin dingin yang lembab
masih bergelut saja aku pikiran
bukan main sayangnya kehilangan lukisan
dalam lukisan ada gambar yang ingin ku deskripsikan

"seorang lelaki tegak berdiri dengan tangan kanan memegang kuas cat berwana putih,menggoreskan tinta menutupi kepala dan tertutup bayang dari ubun-ubun hingga leher,sementara bagian lain masih jelas"

langkah terbuka,sambil menrangkan mengucapkan salam"Assalamualaikum" derai suaranya mengucapkan salam itu

jam dinding hitam jelas bunyi "tik tik tik" dengan kecepatan tempo yang sama tapi kenapa suara itu semakin keras?
sementara aku fokus dengan tulisan ini

yasudah
simpan saja,ini bukan untuk basa basi tapi mungkin aku akan lanjutkan lagi nanti setelah usai berjalan dari Andalas

Selamat siang