Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Agustus 2015

Dewi

Kali ini kabut tipis jatuh pelan-pelan
Tuan mencari Dewi di antara suara air dan udara
namun karena ada yang sadar bahwa pagi sebentar lagi akan datang 
Tuan bergegas menuju tepat di depan wajah Dewi

Tangan nya lembut membelai wajah Tuan
tak sempat memejam sekejap
Dewi sudah terbang kembali
melewati sela-sela jemari langit


Padang, 19 Agustus 2015

Minggu, 14 Juni 2015

Di.....

Ditekan bosan
Ditelan presepsi
Disobek rindu
Dijamahi ketidaktahuan

Nona, boleh kita saling mengenali luka masing-masing?

Minggu, 19 April 2015

Pada sebuah malam disaat aku memikirkanmu

Ini mungkin tidak berati apa-apa buat mu
namun ketahuilah bahwa tidak ada harapan yang benar-benar bisa memahami keadaan
Kini semua sudah mencapai titiknya
menerobos dinding luar pemahaman mu
hingga waktu bekerja dengan gilanya
menunjukan bagaimana keadaan mengubah

Aku percaya pada ketidaktahuan mu terhadap ku
belajar bagaimana dunia memutuskan
mengarahkan setiap pengantar menjadi sebuah dasar
tanpa menunjukan realita siapa yang ada untuk mu.




Rabu, 25 Februari 2015

Pengantar Dua Sisi

Putri seorang perempuan imut
Ia senang berdiskusi
Ia tidak dapat berdiskusi dengan pacarnya
akhirnya Ia memacari komik

Pertunjukan dan kata menutupi kesepian
Ia dusta pada waktu jika dia tau
Ia mulai dengan kesedihan mendalam
namun sengaja tidak mengetahui dengan sadar

Ia terlalu takut bergerak
Ia manis namun bukan milik mantannya
mungkin Shopie akan terusterang
dan Alberto akan tau sambil mengenalmu

Melewati potongan kecil
mencoba memukul pipi
Ia diancam agar terusterang
"ada yang kangen ngobrol dengan Putri", katanya begitu

Tapi Putri tidak peduli
atau pura - pura tidak peduli
maklumi saja, kampus kita terlebih fakultas kita membentuk kita menjadi pendusta
hedonis dan tidak dapat menikmati hidup

Bagaimana mau hidup kalau semua diatur?
bagaimana Ia bisa betah jika masih dianggap sekedar teman
padahal cinta itu adalah sikap dan interaksi
aku percaya hubungan baik didasari komunikasi yang baik

Tentu saja memahami apa yang disukai
bukan sekedar jadi teman menghabiskan waktu diperpustakaan
kemudian menghabiskan waktu dengan selfie atau diam-diam 
karena dia yang disampingmu tidak tau dan tidak mau tau dengan apa yang kamu sukai

Sementara aku menulis, ada Diana yang minta disentuh
Ia cemburu kalau aku tidak memperhatikan Putri.


Jumat, 20 Februari 2015

Puisi Untuk Abira ( Pesan rindu dari seorang kepada kekasihnya yang bernama Abira )

Jarak adalah tantangan untuk kisah ini
sekarang aku percayakan kepadamu
dan tentu saja aku akan jaga pula apa yang kamu percayakan pada ku
kita sudah ikatkan janji di dalam diri kita masing - masing, bukan?

Abira, kita kenal secara tidak sengaja
jujur aku belum begitu percaya dengan takdir
namun jika mencintaimu adalah keharusan yang Tuhan percayakan padaku
tentu saja aku akan dengan senang hati menjalaninya

Aku tau kamu akan membaca ini
jadi aku akan terkesan bermanis mulut 
tak masalah, karena aku mencintaimu dengan cara ku
bukan cara orang - orang sebelum aku

Seperti nama mu
Abira yang berarti kuat
ya aku yakin kamu dan kita akan kuat 
kekak, bertahan menjadi kesatuan utuh

Tak apa jika berharap kan?

Kaca Mata Putri

Aku cukup kebingungan dengan mu
kita punya selera humor yang beda
dan ketidak percayaan pada masa lalu
atau kata-kata bijak

Sekarang apa?
kita sudah terlalu jauh mencari jawaban
dan kita tau bahwa jawabannya tak jauh dari kita
lalu apa yang diragukan?

Masih ingin tetap memecah hati?
kemudian meyakinkan diri bahwa jawaban itu 
bukan berada di tempat awal kamu menemukan jawaban
melainkan pencaharian mendalam, begitu?

Jadi apa harus merobek kulit untuk lebih tau detail isi dalam diri?
kemudian pusing bagaimana memperbaiki diri
lalu menyesali hal yang sama, atau menyesal karena sudah terlalu banyak rusak
berulang - ulang, dan berputar - putar di hari yang sama padahal kita tau kita tumbuh 

Jadi? 
sampai kapan?
atau bagaimana?
menjadi sia - sia?

Aku tidak peduli kalau kamu alien
aku tidak ambil pusing kalau kamu punya golongan darah yang berbeda denganku
terserah kalau kamu emang unik
 Sekarang begini saja

Apa kamu tau bagaimana rasanya menjadi kamu?
ini tebakan sederhana saja
jangan terlalu serius, tapi kamu harus serius untuk menjawab ini
sungguh, kamu cuma harus menjawab

Selamat bertugas.


Kemana?

Seperti suara malaikat
merambat melalui udara
untuk meperlihatkan bagaimana semesta bekerja
dan bagaimana kita di mata dunia

Malaikat memberi tau
bahwa akan datang cerita yang mengikuti
cemas atau bahagia
hanya berpesan singkat

Cukup begitu.

Selasa, 10 Februari 2015

Di Pemikiran Yang Ada

Seperangkat pemikiran berangkat dari sebuah gejala sosial yang ada
aku tak mau menjadi egois hanya karena idealisme dan pengalaman yang ada
namun bagaiman jika yang tak ada mengganggu yang sudah ada?

Berjalan menelusuri sejarah pemikiran
antara kau dan aku
yang sudah ada
Disuguhi tontonan yang sama dan yang sudah ada
kita terlalu bangga dengan hasrat pribadi
kemudian otak mulai menjahit sepotong pemikiran di luar kotak

Kita sudah kenal
cuma sepintas kenal
tidak dengan pemikiran yang sudah ada

Garis baca dan buku atau tulisan yang sudah ada
dipatahkan oleh teori sebelum tidur
seperangkat malam dituduh mejadi pelaku pemikiran

Korbannya adalah kedewasaan pemikiran
di surat kabar yang sudah ada hanya memberitakan akhir cerita
namun tidak dengan kronologi yang ada

Kamis, 05 Februari 2015

Kotak Keluar

Keluar dari kotak

Dari tadi sudah seperti bermain teater
tapi skopnya lebih kecil
katanya bermain petak umpet itu tidak baik jika hari sudah magrib
maka dari itu, mengeja kata saja dengan baik

Nona topi bundar tanpa kancing baju
ayah sudah bilang kalau yang kita mainkan itu tidak boleh
kita harusnya belajar ekonomi untuk hidup sejahtera
jika masih berkeras hati, mungkin kau cuma bisa boleh bermain bisik

Dari awan menuju keatas
sudah kurang membaca situasi
dipecah menjadi nafas yang panjang
dibagi beberapa potongan nan serupa

Karena waktu bergerak dinamis
potongan rambut selalu berubah
mereka bilang ini berbeda
aku kira ini goblok

Lantas bagaiman menilai?
adakah ilmu pastinya?
menerima apa saja?
atau malah membuat sebuah standar berdasarkan logika orang genius?


5 Februari 2015
Sebuah puisi dari (yang mengaku) manusia Post Moderen untuk Manusia Moderen

Bibir Cangkir

Sebuah cangkir
sudah pernah kau seruput sebelumnya
sebelumnya juga sudah ada yang menyeruput cangkir itu
cangkir itu di seruput siapa saja

Cangkir tau dia akan diisi sebentuk teh atau kopi
cangkir tau dia akan dipakai
cangkir tak tau siapa yang akan meletakan bibirnya di bibir cangkir itu
yang jelas, jika kotor sebelum dipakai kembali maka dibersihkan dulu
 
Aku pernah mencium uap seduhan teh
namun aku belum pernah mencium ranum bibirmu

Begitukah Takdir?

Jumat, 30 Januari 2015

Untuk yang malu-malu Singa

Ada langit di batas temu kita
ada senyum yang disambut dengan pengulangan kata
"Aku Cinta Padamu"
setelah itu kita menantikan waktu untuk bertemu lagi 

Kemudian seseorang datang
katanya, ia utusan dari langit
kau langsung percaya
berlanjut hingga kini

Sementara
apel dan dan perkenalan kita dulu abadi
menjadi sadar setelah salah
hening untuk sejenak rehat untuk mengusap keningmu

Bumi berkonspirasi dengan alam
katanya kita akan berjumpa
untuk mengisi
dan tak ada yang akan mengantikan

Tentu aku percaya
berdiri disampingmu
sejenak menarik nafas
ingin memeluk, daya tak punya

Bisa saja malaikat mencatat
dan aku akan dihukum berat atas pikiran "memelukmu"
kau diam malu-malu singa
padahal ingin bilang kapan kita  saling cinta 

Lebih dari 1000 jam
digawangi diam
melayang-layang 
menembus arteri waktu

Ini baru seperempat jalan.

Awan Putih

Selamat datang ide dari nyanyian sesak
aku membawa sakit yang disebut depresi
dimana-mana menusuk alur hirarki
membuat kita tak tau apa lagi yang mesti dibagi
Karena kita saling tau
maka kita jadi batu
bukan begitu?
huhu

Nama hanya perlabelan
kita adalah mungkin
menyela dengan kesal
memaksa menjadi idealis

Atas bawah kiri langsung kanan
bukan mata dan pelukan
jari sudah berjanji
kembali pada hati tak terganti

Pukul berapa?
aku bilang kapan kita bertemu
urutkan saja badanmu
kemudian jalan lagi dengan kata seadanya

Bukan mengulang
hanya sedikit membenahi
jika tak kunjung baik
sebaiknya putuskan saja.





Kamis, 15 Januari 2015

Pesan Linguistik

Aku adalah idealis yang sedang mabuk

Kau adalah jalan menuju kesatuan

Kita adalah keterpisahan dan ketidakpastian

Mereka adalah keparat hebat dan genius

Dunia adalah tempat sampah seluruh pecundang hidup

 Mantanmu adalah tombol lampu kamarmu

Pacarmu yang sekarang adalah palsu

Kebingungan kau adalah hal terlucu 




Sabtu, 10 Januari 2015

Tentang Kosong (Bagian 1)

"Tak ada yang dapat menyelamatkan mu
bahkan kepada yang kau harapkan dapat menyelamatkan mu"

Di ujung pembicaraan itu ia malah berdiri
berbalik menghadap ucapanya sendiri
setelah suara itu menukik tajam di telinganya 
aku jadi ingat bibirnya yang ranum
tipis merah muda merekah
tak mungkin ia begini.

***

Ia tak mungkin begitu jika tak punya alasan
kau terlalu muda untuk percaya kepada otak
sementara masih ada berbagai keadaan
menjadi berbanding terbalik.

***
Aku bisa pastikan
kau terlalu banyak mengambil waktu sendiri
sehingga banyak lupa
bahkan lupa diri, oh maaf maksudku kau lupa pada diri sendiri.

Selasa, 06 Januari 2015

Puisi

Ini tak pernah terjadi 
bergerak menuju mimpi
dari garis tepi hingga kini
menjadi acuan dimens

Tak ada berbagi 
hanya guratan sedih sendiri 
mengupas pelangi
cinta tak datang kembali

Hingga kembali mengisi
tersudut dalam diri
tak ada yang memahami
karena ini hanya puisi

***
Tak ada yang mau berbagi
karena ini tak pernah terjadi
tersudut dalam diri
 sambil mengupas pelangi

Tak ada yang memahami
saat cinta tak datang kembali
dari garis tepi hingga kini
hanya guratan sedih menyendiri

Karena ini hanya puisi
menjadi acuan dimensi
bergerak menuju mimpi
hingga kembali mengisi

***

Tersudut dalam diri
saat cinta tak datang kembali
 karena ini hanya puisi
bergerak menuju mimpi

Karena ini tak pernah terjadi
menjadi acuan dimensi
sambil mengupas pelangi
tak ada yang mau berbagi

Hanya guratan sedih menyendiri
dari garis tepi hingga kini
hingga kembali mengisi
tak ada yang memahami

Mengenai yang tersembunyi dibalik bilik

Aku masih saja membaca sebuah buku
mendengarkan musik dari Light & Motion berjudul Atlas
apa kau merasa ada yang salah dengan kita?
semakin lunak menjadi begitu susah untuk dipahami

Angin menyimpan jarak
kata menyebar pesan lalu sembunyi
membunuh hati serta catatan mengenai bilangan waktu
berlalu menjadi jalur orbit pemikiran

Harusnya, tak ada yang mati di sini
atau menyelinap di antara jalan
ntah itu kemarin atau sekarang
sama saja

Bintang bulan terang
udara tenang
mungkin saja kau datang
dari tempat Tuhan, sayang


Sebuah rindu di tanggal 6 Januari 2015

Selasa, 09 Desember 2014

Jangan Bilang Tunggu, Jika Bisa Berjalan Dengan Mata Terbuka

Kita tak pernaah sepakat dengan ketenangan yang mengarah pada ketidaktahuan ini
bersama meninggalkan anyaman dan kaki dahi
tak ada yang ingat kecuali apa yang kau harapkan melebihi ekspetasi untuk bersama
jangan, jangan berikan cela kepada kasur

Jalan pun berontak menuju ketenangan 
ia mencaci dengan amarah
ledakannya tak bisa dibendung
bukan masalah namun ini soal dari persoalan karat otak

Sayang, belum terjawab
kembali pusing dilingakari jarak
tidak meminta untuk tetap berdiri menuju alam 
aku bisa saja percaya pada ketidakpercayaan ini

Namun manjadi mudah jika mengurung langit dengan mimpi
menjadikannya alas untuk beralasan
eksistensi meluap dan mengangkat angkuh menuju wajah polos 
mungkin dikira lebih baik menjadi makluk sosial

Dengan begitu kita punya waktu untuk mendalami apa yang tidak kita inginkan
menjadikannya makin menyebalkan
tidak menyenangkan
membentuk pribadi berbeda.

 Tolol!
Kalian, Goblok.

Minggu, 07 Desember 2014

Penjara Di Tengah

Tak ada keinginan yang lebih baik selain tidak memiliki keinginan
kita tak kenal banyak dimensi
hanya membenturkan kepala ke dinding
sampai semua merasa putus asa

Mereka menyangka semua dari sebahagian adalah separuh
aku tidak bisa meyakinkan ada ikatan kuat antara normalitas dengan dunia
biar kita hisap dulu ide yang ada
aku benci ini

Bias suara sudah terseduh 
mungkin baiknya kita santap saja kecewa ini
dasar bodoh, tau apa pada bedebah itu soal anak muda?
tolol!

Macam sudah benar saja isi kepala mu
aku prihatin sangat.

Rabu, 08 Oktober 2014

Cincin dan Benang

Aku selalu yakin
antara kau dan aku
terdapat sebuah penghubung
ntah itu kata, atau polemik yang sering kau anggap perdebatan

Jari-jari kita yang bersebrangan
diantara mimpi dan rasa
kita sudah pernah melewati kesamaan nada
atau distorsi kisah ini yang menjadi sepadan karena rindu

Mungkin tidak terlihat
namun bisa menyentuh

Cerdas jika dikatakan
hey! aku memuji mu!
setidaknya diksi yang kau gunakan semakin halus
bahkan jika aku tak membacanya dengan baik, mungkin aku tak paham 

Pesat!
seperti pesawat luar angkasa
aku masih alien atau kau masih alien
hey! kita saling merasa asing

namun ketertarikan alien terhadap alien sangat tinggi
aku takut jika suatu saat aku yang berkunjung ke planetmu malah tertangkap oleh Anjing mu

Catatan
Metafora

Boleh ku sebut ini rasa senang yang terselubung? 
dengan taburan bawang goreng di atasnya?
dari teleskop ini kita saling memantau
dari steteskop ini kita saling mendengar detak


Padang, 8 Oktober 2014

Senin, 06 Oktober 2014

Jedah waktu dalam ruang

Tak ada yang benar-benar hidup
bahkan kehidupan itu sendiri

Kota ini terlalu menyebalkan untuk kita tempati dan diakui sebagai rumah
mungkin bumi tidak begitu sehat lagi, karena banyak manusia yang udah dikotori kepalanya dengan karat.
kaduan dan laporan, kau sebut sebuah tanggung jawab.
sayang logikamu tidak pantas berdampingan dengan otak jenius Enstein. padahal kau itu manusia juga

Selalu ada gelisah, diakhir drama dan sebelum benar-benar usai. mereka menyepatkan diri untuk berpelukan dan berciuman, bukannya itu membosankan?
aku sudah meliat lingkaran tangan dan lengan manusia yang serupa. merekaterlalu goblok jika boleh aku katakan.

Percayalah ini bukan sebuah letupan amarah, siapa pun bisa memakai kata dengan sebebas mereka. aku alien, kau manusia
aku tak sepadan dalam dunia bumi mu, tempat ku berada di Mars atau selain bumi. jika itu Yupiter mungkin Tuhan telah baik memisahkan ingatan

Aku terlalu percaya
ketakutan ini membuat kita akan berfikir dengan keras daripada biasanya
namun bukan fikiran itu yang benar-benar ditakutkan
aku tidak tau pasti kapan ini berkahir

Kita punya Tuhan
aku tak tau pasti apa yang kini kita yakini adalah hal yang sama?
tapi selalu ada kesamaan dalam perjalanan
ya! Tuhan dan jalan atau jalan Tuhan

Jangan salah dan mengotakan aku seperti keparat lainnya
kebenaran dapat lahir dari nalar yang sehat, dan ruh yang dekat dengan Tuhan
jika kau sudah berburuk sangka
sudah tepat kau terlalu kreatif dengan nalar itu